middle ad
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda di Lebanon Selatan selain bertugas sebagai peace keeper

Demonstrasi digelar di Lapangan Garuda, Soekarno Base UN POSN 7-1, Adshit al Qusayr-Lebanon Selatan, Rabu (7/10/2009) dalam rangka Indonesian Medal Parade (IMP) 2009. Dimana prajurit TNI telah dianugerahkan medali PBB beberapa waktu lalu.

Demonstrasi masal yang dimainkan oleh para prajurit TNI yang sedang bertugas di Lebanon mendapatkan banyak pujian dari tamu dan undangan yang hadir. Baik sipil maupun militer termasuk masyarakat setempat.

Bertindak selaku koreografer tari dan sekaligus pelatih adalah Maulana Muhammad, seorang staf Kedutaan Besar RI di Beirut, yang telah melatih para anggota satgas selama lebih kurang dua minggu.

Kolaborasi  antara Reyog Ponorogo dan Tari Kecak ini dimaksudkan untuk menambah kolosalnya peragaan dihadapan para tamu. Tamu berasal dari berbagai negara kontingen dengan tetap tidak merubah cerita dan keaslian tari kecak itu sendiri.

Meskipun disajikan secara singkat, prajurit-prajurit TNI tetap dapat memperagakan tokoh-tokoh utama dalam sendratari Ramayana tersebut dengan apik, seperti Rama, Shinta, Rahwana dan Hanuman.

Demikian halnya dengan Reyog Ponorogo yang disertai dengan tampilan para Warok, semakin menambah semarak acara tersebut. Apalagi yel-yel yang dilontarkan ketika mereka meninggalkan lapangan dengan teriakan “homesick-homesick” semakin menambah semangat para prajurit TNI yang memang akan segera kembali ke tanah air, digantikan oleh satgas berikutnya.

Selain Reyog Ponorogo dan Tari Kecak, Satgas TNI juga menampilkan peragaan karate secara masal yang dibawakan oleh gabungan anggota satgas.  Mereka memperagakan gerakan dasar perorangan hingga kata beregu dan diakhiri demonstrasi pemecahan besi baja.

Meskipun menampilkan  peragaan  karate, namun tampilan anggota Konga ini lebih menonjolkan seni beladiri yang indah diiringi musik Kitaro dengan background rampak Kendang dan Angklung. Pertunjukan ini semakin memancing decak kagum para penonton
(penjaga perdamaian) juga bertindak sebagai duta budaya dalam mempopulerkan kesenian daerah seperti Reyog Ponorogo dan Tari Kecak. [internasional.tvone.co.id]*


*) Arsip Yayasan Reyog Ponorogo

TNI Perkenalkan Reyog Ponorogo dan Tari Kecak di Lebanon

Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda di Lebanon Selatan selain bertugas sebagai peace keeper

Demonstrasi digelar di Lapangan Garuda, Soekarno Base UN POSN 7-1, Adshit al Qusayr-Lebanon Selatan, Rabu (7/10/2009) dalam rangka Indonesian Medal Parade (IMP) 2009. Dimana prajurit TNI telah dianugerahkan medali PBB beberapa waktu lalu.

Demonstrasi masal yang dimainkan oleh para prajurit TNI yang sedang bertugas di Lebanon mendapatkan banyak pujian dari tamu dan undangan yang hadir. Baik sipil maupun militer termasuk masyarakat setempat.

Bertindak selaku koreografer tari dan sekaligus pelatih adalah Maulana Muhammad, seorang staf Kedutaan Besar RI di Beirut, yang telah melatih para anggota satgas selama lebih kurang dua minggu.

Kolaborasi  antara Reyog Ponorogo dan Tari Kecak ini dimaksudkan untuk menambah kolosalnya peragaan dihadapan para tamu. Tamu berasal dari berbagai negara kontingen dengan tetap tidak merubah cerita dan keaslian tari kecak itu sendiri.

Meskipun disajikan secara singkat, prajurit-prajurit TNI tetap dapat memperagakan tokoh-tokoh utama dalam sendratari Ramayana tersebut dengan apik, seperti Rama, Shinta, Rahwana dan Hanuman.

Demikian halnya dengan Reyog Ponorogo yang disertai dengan tampilan para Warok, semakin menambah semarak acara tersebut. Apalagi yel-yel yang dilontarkan ketika mereka meninggalkan lapangan dengan teriakan “homesick-homesick” semakin menambah semangat para prajurit TNI yang memang akan segera kembali ke tanah air, digantikan oleh satgas berikutnya.

Selain Reyog Ponorogo dan Tari Kecak, Satgas TNI juga menampilkan peragaan karate secara masal yang dibawakan oleh gabungan anggota satgas.  Mereka memperagakan gerakan dasar perorangan hingga kata beregu dan diakhiri demonstrasi pemecahan besi baja.

Meskipun menampilkan  peragaan  karate, namun tampilan anggota Konga ini lebih menonjolkan seni beladiri yang indah diiringi musik Kitaro dengan background rampak Kendang dan Angklung. Pertunjukan ini semakin memancing decak kagum para penonton
(penjaga perdamaian) juga bertindak sebagai duta budaya dalam mempopulerkan kesenian daerah seperti Reyog Ponorogo dan Tari Kecak. [internasional.tvone.co.id]*


*) Arsip Yayasan Reyog Ponorogo
London (ANTARA News) - Kehadiran KRI Dewaruci dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) di Teluk Pagasitikos, Kota Volos, Yunani, mendapat sambutan luar biasa dan hangat dari warga setempat serta mendapat liputan luas dari media massa setempat.

Berbagai lapisan masyarakat dan kalangan pelajar berbondong-bondong melihat kapal yang masih tampak gagah dan terawat yang didekorasi dengan menarik pada saat acara "open house" yang digelar KRI Dewaruci sejak kedatangannya 8 Mei lalu, ujar juru bicara KBRI Athena, Widya Sinedu kepada koresponden ANTARA London, Kamis.

Dikatakannya, decak kagum para pengunjung pun dilontarkan saat menyaksikan atraksi para awak kapal Dewaruci yang tidak hanya tangguh sebagai prajurit AL tetapi juga piawai dalam menampilkan misi kebudayaan.

Berbagai pertunjukan kesenian digelar di atas kapal seperti tari Perang (Papua), Tari Rantak/Silat (Sumbar), Tari Badindin/Indang (Sumbar), Reyog Ponorogo (Jatim) dan Rampak Gendang (Jabar).

Suasana menjadi semakin meriah saat pengunjung dipandu oleh para awak kapal ikut membawakan Tari Poco-Poco/Komando diiringi oleh band para awak KRI Dewaruci yang menampilkan lagu-lagu daerah dan lagu-lagu asal Yunani.

Para pengunjung juga dimanjakan dengan sajian berbagai aneka masakan khas Indonesia seperti sate, nasi goreng, mie goreng, bakso, gado-gado, dan aneka kerupuk.

KBRI Athena ikut memeriahkan kunjungan muhibah KRI Dewaruci dengan melakukan promosi pariwisata melalui penyebaran brosur wisata dan melakukan kampanye dalam rangka mengajak masyarakat setempat untuk "vote for komodo island for new seven wonders."

Untuk melepaskan kepenatan selama pelayaran berhari-hari, KRI Dewaruci yang diawaki 81 orang mengikuti berbagai kegiatan yang disiapkan panitia, antara lain lomba olah raga, parade di pusat kota Volos.

Awak Dewaruci menampilkan marching band dengan lagu-lagu Indonesia dan internasional serta tarian Reyog Ponorogo yang mendapatkan penghargaan sebagai "The Best Ship in Crew Parade" .

Selain menjadi peserta parade terbaik, KRI Dewaruci menyabet penghargaan "The Furthest Distance" yang merupakan peserta terjauh.

Para awak kapal juga mengikuti kunjungan budaya ke tempat peninggalan sejarah arkeologi, serta ke kawasan Pelion, tempat para centaurs, makhluk setengah manusia dan setengah kuda dalam mitologi Yunani, hidup dan desa Makrinitsa yang terkenal dengan rumah-rumah beratapkan batu.

Kunjungan KRI Dewaruci dengan komandan Letkol Laut (P) Suharto La Djide ke Pelabuhan Volos Yunani, dilakukan dalam rangka mengikuti kegiatan internasional "The Historical Seas Tall Ships Regatta 2010" pada 12 Mei-4 Juni dengan mengambil start di kota Volos (Yunani), menuju Varna (Bulgaria), Istanbul (Turki) dan berakhir di kota Lavrion (Yunani).

Rute ini merupakan rute yang sama seperti yang dilakukan oleh Argo" - kapal penjelajah yang dikemudikan Jason, yang kerap muncul dalam mitologi Yunani (1500 SM).

Upacara pembukaan dilakukan ketua Sailing Training Internasional, Robin Snouck Hurgronje dan Walikota Volos, Alekos Voulgaris.

Pembukaan diisi dengan acara peresmian remake kapal Argo yang akan memandu 22 kapal peserta lainnya dari 19 negara dalam memulai Regatta.

Dalam persinggahannya di Volos, Komandan KRI Dewaruci, Letkol (P) Suharto beserta Duta Besar RI untuk Yunani, Ahmad Rusdi, mengadakan pertemuan dengan Kepala Otoritas Pelabuhan Volos, Captain Thodoros Kliaris dan Walikota Volos Alekos Voulgaris memperkenalkan KRI Dewaruci sekaligus bertukar pandangan mengenai perkembangan di sektor perkapalan dan budaya maritim negara masing-masing.
(T.H-ZG/M016/R009) [Antaranews.com, Kaskus.us, Pawargo.com, Google.com]*


*)Arsip Yayasan Reyog Ponorogo

Reyog Ponorogo Mengawal KRI Dewa Ruci

London (ANTARA News) - Kehadiran KRI Dewaruci dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) di Teluk Pagasitikos, Kota Volos, Yunani, mendapat sambutan luar biasa dan hangat dari warga setempat serta mendapat liputan luas dari media massa setempat.

Berbagai lapisan masyarakat dan kalangan pelajar berbondong-bondong melihat kapal yang masih tampak gagah dan terawat yang didekorasi dengan menarik pada saat acara "open house" yang digelar KRI Dewaruci sejak kedatangannya 8 Mei lalu, ujar juru bicara KBRI Athena, Widya Sinedu kepada koresponden ANTARA London, Kamis.

Dikatakannya, decak kagum para pengunjung pun dilontarkan saat menyaksikan atraksi para awak kapal Dewaruci yang tidak hanya tangguh sebagai prajurit AL tetapi juga piawai dalam menampilkan misi kebudayaan.

Berbagai pertunjukan kesenian digelar di atas kapal seperti tari Perang (Papua), Tari Rantak/Silat (Sumbar), Tari Badindin/Indang (Sumbar), Reyog Ponorogo (Jatim) dan Rampak Gendang (Jabar).

Suasana menjadi semakin meriah saat pengunjung dipandu oleh para awak kapal ikut membawakan Tari Poco-Poco/Komando diiringi oleh band para awak KRI Dewaruci yang menampilkan lagu-lagu daerah dan lagu-lagu asal Yunani.

Para pengunjung juga dimanjakan dengan sajian berbagai aneka masakan khas Indonesia seperti sate, nasi goreng, mie goreng, bakso, gado-gado, dan aneka kerupuk.

KBRI Athena ikut memeriahkan kunjungan muhibah KRI Dewaruci dengan melakukan promosi pariwisata melalui penyebaran brosur wisata dan melakukan kampanye dalam rangka mengajak masyarakat setempat untuk "vote for komodo island for new seven wonders."

Untuk melepaskan kepenatan selama pelayaran berhari-hari, KRI Dewaruci yang diawaki 81 orang mengikuti berbagai kegiatan yang disiapkan panitia, antara lain lomba olah raga, parade di pusat kota Volos.

Awak Dewaruci menampilkan marching band dengan lagu-lagu Indonesia dan internasional serta tarian Reyog Ponorogo yang mendapatkan penghargaan sebagai "The Best Ship in Crew Parade" .

Selain menjadi peserta parade terbaik, KRI Dewaruci menyabet penghargaan "The Furthest Distance" yang merupakan peserta terjauh.

Para awak kapal juga mengikuti kunjungan budaya ke tempat peninggalan sejarah arkeologi, serta ke kawasan Pelion, tempat para centaurs, makhluk setengah manusia dan setengah kuda dalam mitologi Yunani, hidup dan desa Makrinitsa yang terkenal dengan rumah-rumah beratapkan batu.

Kunjungan KRI Dewaruci dengan komandan Letkol Laut (P) Suharto La Djide ke Pelabuhan Volos Yunani, dilakukan dalam rangka mengikuti kegiatan internasional "The Historical Seas Tall Ships Regatta 2010" pada 12 Mei-4 Juni dengan mengambil start di kota Volos (Yunani), menuju Varna (Bulgaria), Istanbul (Turki) dan berakhir di kota Lavrion (Yunani).

Rute ini merupakan rute yang sama seperti yang dilakukan oleh Argo" - kapal penjelajah yang dikemudikan Jason, yang kerap muncul dalam mitologi Yunani (1500 SM).

Upacara pembukaan dilakukan ketua Sailing Training Internasional, Robin Snouck Hurgronje dan Walikota Volos, Alekos Voulgaris.

Pembukaan diisi dengan acara peresmian remake kapal Argo yang akan memandu 22 kapal peserta lainnya dari 19 negara dalam memulai Regatta.

Dalam persinggahannya di Volos, Komandan KRI Dewaruci, Letkol (P) Suharto beserta Duta Besar RI untuk Yunani, Ahmad Rusdi, mengadakan pertemuan dengan Kepala Otoritas Pelabuhan Volos, Captain Thodoros Kliaris dan Walikota Volos Alekos Voulgaris memperkenalkan KRI Dewaruci sekaligus bertukar pandangan mengenai perkembangan di sektor perkapalan dan budaya maritim negara masing-masing.
(T.H-ZG/M016/R009) [Antaranews.com, Kaskus.us, Pawargo.com, Google.com]*


*)Arsip Yayasan Reyog Ponorogo
London (ANTARA News) - Penampilan Reyog Ponorogo berhasil menarik perhatian penonton yang memenuhi sepanjang jalan di udara musim dingin dalam acara Braunschweiger Karneval di Kota Braunschweigh, Jerman, Minggu.

Indonesia berhasil meraih juara pertama dalam Braunschweiger Karneval di Kota Braunschweigh, ujar Konsul Pensosbud KJRI Hamburg Yayat Sugiatna kepada koresponden ANTARA London, Senin.

Ribuan orang dengan dandanan warna-warni tumpah ruah di kota Braunschweig, negara bagian Niedersachsen, merayakan pesta tahunan yang bernama Braunschweiger Karneval.

Suasana karnaval sangat terasa di seluruh kota Braunschweig yang diselimuti salju dan cuaca dingin sejak dua bulan lalu.

Konjen RI Hamburg, Teuku Darmawan, mengatakan KJRI Hamburg bekerjasama dengan Perhimpunan Indonesia-Jerman (DIG) Niedersachsen turut dalam pesta tradisi tersebut, sekaligus mengisi rangkaian peringatan HUT kerjasama sister city Bandung-Braunschweig yang genap 50 tahun pada tahun ini.

Acara yang menonjol pada perayaan karnaval tersebut adalah parade aneka busana batik tradisional, maupun kontemporer yang dikenakan peserta dengan keliling kota Braunschweig sepanajang enam kilometer.

Parade karnaval Braunschweig dimulai pukul12.30 dan berakhir pukul 17.30, selama lima jam keliling kota Braunschweig diikuti sekitar 300 grup yang setiap pesertanya menggunakan truk atau mobil bak terbuka yang didekor dengan unik dan kreatif.

Selain itu, setiap grup menampilkan tari-tarian dan alat musik yang menjadi daya tarik penonton sepanjang jalan kota Braunschweig.

Kendaraan dari peserta Indonesia dengan nomor urut 259 didekorasi khas Indonesia dengan aneka ornamen, payung, becak dan banner, disertai dengan 30 penari berpakain adat Indonesia yang menampilkan tarian Reyog Ponorogo.

Reyog Ponorogo
Penampilan Reyog Ponorogo sangat menarik perhatian para penonton karena pakaian tradisi Indonesia khususnya Jawa merupakan keunikan dalam karnaval Braunschweig yang belum pernah disaksikan oleh masyarakat setempat.

Reyog Ponorogo diisi dengan tari kuda lumping, tari Reyog Ponorogo, tari Singabarong, di mana penari memakai topeng berbentuk kepala singa serta berbagai busana khas Indonesia lainnya dan pemain musik yang membawakan gong.

Kemampuan untuk membawakan topeng Barong yang besar dan berat dikagumi penonton dan menjadi salah satu motif favorit mereka untuk dipotret.

Stasiun televisi terbesar di Jerman Utara, NDR, menyiarkan acara karnaval Braunschweig secara langsung (live). Mereka sangat antusias meliput penampilan Reyog Ponorogo. Berita tentang parade karnaval tersebut juga diliput stasiun TV nasional Sat 1.

Pada acara penutupan karnaval, panitita mengumumkan Indonesia terpilih sebagai juara pertama untuk kategori peserta tamu, yang mengalahkan lebih dari 100 peserta lainnya.

Selama parade berlangsung terjadi interaksi antara penari, pemimpin rombongan dan penonton, sehingga kepuasan penonton dalam pementasan Reyog Ponorogo selalu menjadi perhatian utama.

Karnaval yang dilaksanakan setiap bulan Februari merupakan pesta rakyat besar di kota-kota di Jerman menyambut masa Pra-Paskah.

Karnaval di kota Braunschweig merupakan karnaval terbesar di wilayah kerja KJRI Hamburg dan ketiga terbesar di Jerman. KJRI Hamburg bekerjasama denga DIG Niedersachsen memanfaatkan acara tersebut untuk mengisi acara peringatan 50 tahun kerjasama sisiter city Bandung-Braunschweig.

Konjen RI beserta staf KJRI Hamburg hadir untuk memfasilitasi dan memberikan dukungan semangat kepada group Indonesia guna mensukseskan acara karnaval ini, demikian Yayat Sugiatna. (H-ZG/A038 [antaranews.com]*


*) Arsip Yayasan Reyog Ponorogo 

Reyog Ponorogo Mengguncang Jerman

London (ANTARA News) - Penampilan Reyog Ponorogo berhasil menarik perhatian penonton yang memenuhi sepanjang jalan di udara musim dingin dalam acara Braunschweiger Karneval di Kota Braunschweigh, Jerman, Minggu.

Indonesia berhasil meraih juara pertama dalam Braunschweiger Karneval di Kota Braunschweigh, ujar Konsul Pensosbud KJRI Hamburg Yayat Sugiatna kepada koresponden ANTARA London, Senin.

Ribuan orang dengan dandanan warna-warni tumpah ruah di kota Braunschweig, negara bagian Niedersachsen, merayakan pesta tahunan yang bernama Braunschweiger Karneval.

Suasana karnaval sangat terasa di seluruh kota Braunschweig yang diselimuti salju dan cuaca dingin sejak dua bulan lalu.

Konjen RI Hamburg, Teuku Darmawan, mengatakan KJRI Hamburg bekerjasama dengan Perhimpunan Indonesia-Jerman (DIG) Niedersachsen turut dalam pesta tradisi tersebut, sekaligus mengisi rangkaian peringatan HUT kerjasama sister city Bandung-Braunschweig yang genap 50 tahun pada tahun ini.

Acara yang menonjol pada perayaan karnaval tersebut adalah parade aneka busana batik tradisional, maupun kontemporer yang dikenakan peserta dengan keliling kota Braunschweig sepanajang enam kilometer.

Parade karnaval Braunschweig dimulai pukul12.30 dan berakhir pukul 17.30, selama lima jam keliling kota Braunschweig diikuti sekitar 300 grup yang setiap pesertanya menggunakan truk atau mobil bak terbuka yang didekor dengan unik dan kreatif.

Selain itu, setiap grup menampilkan tari-tarian dan alat musik yang menjadi daya tarik penonton sepanjang jalan kota Braunschweig.

Kendaraan dari peserta Indonesia dengan nomor urut 259 didekorasi khas Indonesia dengan aneka ornamen, payung, becak dan banner, disertai dengan 30 penari berpakain adat Indonesia yang menampilkan tarian Reyog Ponorogo.

Reyog Ponorogo
Penampilan Reyog Ponorogo sangat menarik perhatian para penonton karena pakaian tradisi Indonesia khususnya Jawa merupakan keunikan dalam karnaval Braunschweig yang belum pernah disaksikan oleh masyarakat setempat.

Reyog Ponorogo diisi dengan tari kuda lumping, tari Reyog Ponorogo, tari Singabarong, di mana penari memakai topeng berbentuk kepala singa serta berbagai busana khas Indonesia lainnya dan pemain musik yang membawakan gong.

Kemampuan untuk membawakan topeng Barong yang besar dan berat dikagumi penonton dan menjadi salah satu motif favorit mereka untuk dipotret.

Stasiun televisi terbesar di Jerman Utara, NDR, menyiarkan acara karnaval Braunschweig secara langsung (live). Mereka sangat antusias meliput penampilan Reyog Ponorogo. Berita tentang parade karnaval tersebut juga diliput stasiun TV nasional Sat 1.

Pada acara penutupan karnaval, panitita mengumumkan Indonesia terpilih sebagai juara pertama untuk kategori peserta tamu, yang mengalahkan lebih dari 100 peserta lainnya.

Selama parade berlangsung terjadi interaksi antara penari, pemimpin rombongan dan penonton, sehingga kepuasan penonton dalam pementasan Reyog Ponorogo selalu menjadi perhatian utama.

Karnaval yang dilaksanakan setiap bulan Februari merupakan pesta rakyat besar di kota-kota di Jerman menyambut masa Pra-Paskah.

Karnaval di kota Braunschweig merupakan karnaval terbesar di wilayah kerja KJRI Hamburg dan ketiga terbesar di Jerman. KJRI Hamburg bekerjasama denga DIG Niedersachsen memanfaatkan acara tersebut untuk mengisi acara peringatan 50 tahun kerjasama sisiter city Bandung-Braunschweig.

Konjen RI beserta staf KJRI Hamburg hadir untuk memfasilitasi dan memberikan dukungan semangat kepada group Indonesia guna mensukseskan acara karnaval ini, demikian Yayat Sugiatna. (H-ZG/A038 [antaranews.com]*


*) Arsip Yayasan Reyog Ponorogo